Asyiknya bermain di wahana pasar malam

Malam ini kebetulan adalah malam minggu, dan seperti biasa, dari pagi sikecil selalu menagih untuk jalan-jalan. Dia selalu mengingatkan ini kan hari sabtu kok kita gak jalan-jalan padahal badan sudah terasa remuk redam karena capek seharian berkutat dengan pekerjaan di rumah yang tidak ada habisnya. Ya setiap sabtu dan minggu kami memang tidak beraktifitas di luar alias libur tetapi pekerjaan rumah justru menanti dengan sabar untuk dijamah dan inilah yang sangat menyehatkan badan untuk berolah raga. Sebagai seorang ibu rumah tangga tentu harus bisa berbagi waktu supaya semua pekerjaan bisa selesai secara serentak, dan itulah yang harus saya lakukan tentunya bersama anggota keluarga lainnya.

Eh kok malah curhat, kembali ke cerita jalan-jalan sore menjelang magrib di pasar malam ya, sesuai judul di atas. Jadi ceritanya setelah melakukan sidang istimewa bersama keluarga waduh kayak apa apa aja, akhirnya kita sepakati untuk pergi ke pasar malam. Sebenarnya kita perginya sih gak malem juga karena kita berangkat pukul 16.30 dan memang jaraknya tidak jauh dari rumah sampailah di tempat tujuan dalam waktu sekejap. Pasar malam adalah wahana hiburan yang sangat merakyat karena selain harganya terjangkau biasanya juga lokasinya selalu ada di sekitaran rumah atau perumahan penduduk yang penting ada lahan yang kosong pastilah disitu nanti akan ditempati untuk arena pasar malam.

Namanya juga pasar malam pastilah mulainya malam, berhubung si kecil sudah ngedrel sudah sampai disana sore dan emang benar wahananya baru di tata. Tapi tidak mengurangi keceriaan dia untuk bisa bermain di wahana yang ada. Dan disana malah masih sepi jadi semua bisa dikuasai sendiri kayak yang punya wahana gitu hehehe. 
Wahana pertama yang dia pilih adalah mancing, bisa dilihat dia mancing seorang diri dengan ikan yang begitu banyak seandainya itu benar-benar terjadi di dunia nyata, eh maksudnya di kondisi yang sebenarnya saat kita mau mancing di sebuah sungai atau danau yang sepi dan hanya kita sendiri berteman dengan sekumpulan ikan yang banyak pastilah bahagia diri ini.
Usai memancing dan menangkap ikan lalu si buah hati bingung mau milih naik apa, antara bianglala, playgroud, trampolin, atau melukis, akhirnya malah naik semua kecuali bianglala. Kalau ini namanya bukan milih lagi tapi di coba semua hehehe. Memang seru sekali bermain di wahana pasar malam dengan tiket yang terjangkau tapi bisa merasakan sensasi yang berbeda.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 itu berarti kita harus pulang karena sudah larut khususnya buat anak walau sebenarnya pasti belum puas. Karena udara malam juga kurang bagus buat kesehatan terutama buat anak kecil, dan kami putuskan untuk pulang saja. Mungkin demikian sekelumit cerita kami saat mengunjungi pasar malam di dekat rumah semoga pengalaman ini bisa menjadi referensi untuk kita agar tidak harus berjalan-jalan di tempat yang mewah tapi cukup kita meramaikan sekaligus melestarikan budaya leluhur kwkwkw kayak apa aja ya....

6 Responses to "Asyiknya bermain di wahana pasar malam"

  1. Asyik sekali baca cerita ini... saya sampek senyum-senyum sendiri, eh tepatnya ngakak... hehehe...


    Sehat selalu yaaa Dek Naaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih pak de eng, kapan-kapan main bareng lagi ya...

      Delete
  2. Deket rumahku juga banyak pasar malam kaya gini mbak, tetangga yg punya anak suka ngajakin anaknya ke pasar malam, aku juga suka ke pasar malam, buat jajan doang ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, banyak sekali yang jual jajanan, apalagi arum manis pasti ada sama martabak juga

      Delete
  3. Lah itu dedeknya asik mancing ikan2an... Aku juga pernah, iya udah umur segini pernah nyobain ikutan ikan2an saking bosennya. hahaha bodo amat deh diliatin banyak orang. Nah yg paling asik kalo tempat2 gini tu apa? Ada aja yg jual gulali. Rasanya sama seperti di toko2, tapi mureeh hehehheh

    ReplyDelete
  4. Wkwkwkw jadi keinget dlu ke pasar malam gak pernah naik wahana, cuma mau beli mainan doang. soalnya whana pasar malam bikin pusing.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel