Aspek penting dalam membaca geguritan

 


Geguritan merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berasal dari bahasa Jawa dan Bali. Geguritan sendiri berawal dari kata gurit yang artinya guratan atau tulisan. Geguritan dikenal sebagai puisi gaya baru yang tidak terikat oleh aturan baku seperti guru lagu, guru gatra, dan juga guru wilangan. Membaca geguritan yang baik membutuhkan teknik khusus agar pesan dan keindahan visual kata-katanya tersampaikan kepada pendengar. Dalam tradisi sastra Jawa, teknik membaca geguritan dikenal dengan istilah 4W.

Teknik 4W dalam Membaca Geguritan Wirama

1.Wirama(Irama): Pengaturan tinggi rendah, keras lemah, dan juga panjang pendeknya nada suara saat membaca.

2. Wirasa (Penghayatan): Penjiwaan mendalam terhadap isi geguritan, seperti ekspresi sedih, marah, gembira, atau bersemangat.

3. Wiraga (Ekspresi Tubuh): Gerak tubuh, bahasa isyarat, dan mimik wajah yang mendukung suasana puisi tanpa berlebihan.

4. Wicara (Artikulasi): Kejelasan dalam melafalkan setiap huruf dan kata (vokal dan konsonan) agar mudah dipahami.

Langkah-Langkah Praktis Berlatih 

1. Pahami Makna: Baca teks secara menyeluruh untuk memahami tema dan pesan utama.

2. Beri Tanda Jeda: Gunakan pensil untuk menandai kapan harus berhenti sejenak (koma) atau berhenti lama (titik).

3. Atur Napas: Latih pernapasan perut agar suara tetap stabil dan kuat hingga akhir kalimat.Kontak 

4. Mata: Tatap penonton atau juri secara berkala untuk membangun kemandirian dan ikatan emosional.

Demikian sedikit penjelasan terkait aspek penting dalam membaca geguritan semoga bermanfaat

0 Response to "Aspek penting dalam membaca geguritan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel