makalah anak berkebutuhan khusus layanan pendidikan anak berbakat


LAYANAN PENDIDIKAN UNTUK
ANAK BERBAKAT (GIFTED)

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus


Dosen Pengampu : 
Dr. Drs. Edy Purwanto, M.si.
Dr. Awalya, M.pd., Kons
Halaman Judul
Oleh :
Kelompok  2

1. Betti Cahya Wulandari 0103517150
2. Kurnia Widi Haryono 0103517091

Rombel 6 (100250007)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2018










DAFTAR ISI


Halaman Judul i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Rumusan Masalah 1
1.3. Tujuan Penulisan Makalah 1
BAB II PEMBAHASAN 2
2.1. Pengertian Anak Berbakat (Gifted) 2
2.2. Karakteristik Anak Berbakat (Gifted) 2
2.3. Identifikasi Anak Berbakat (Gifted) 4
2.4. Permasalahan yang Dihadapi Terkait dengan Karakteristik Individu Gifted 5
2.5. Layanan Pendidikan bagi Anak Berbakat (Gifted) 6
BAB III PENUTUP 8
3.1. Simpulan 8
DAFTAR PUSTAKA 9





BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Disadari bahwa setiap individu lahir dengan keistimewaan yang khas, dan tidak sama antar individu satu dengan lainnya. Berbagai keistimewaan individual itulah yang nanti pada akhirnya kelak akan menjadikan siapa dirinya. Hanya saja segala keistimewaan tersebut tidak dapat berkembang secara optimal jika tidak didukung dengan faktor-faktor lain yang memungkin tumbuh-berkembangnya potensi istimewa tersebut.
Banyak anak-anak berbakat tidak menerima layanan pendidikan yang sesuai untuk mereka. Dengan mengabaikan untuk memberi mereka pendidikan yang layak yang harus diterima, akan membuat anak-anak berbakat tidak dapat tumbuh dan berkembang aspek bakat mereka.
Selain itu, yang juga patut disadari oleh para orangtua dan pendidik. adalah keistimewaan yang ada pada diri anak akan memiliki keterbatasan, sehingga jangan pernah berpikir bahwa anak-anak dengan kemampuan istimewa dapat mengatasi masalah yang dihadapinya dengan kemampuan yang dimilikinya sendiri, bahkan tidak jarang justru karena kemampuan istimewanya menjadikan anak-anak mengalami situasi dilematis yang sulit dipecahkannya sendiri. Maka dari itulah makalah ini akan mengkaji berbagai layanan pendidikan untuk anak berbakat (gifted) sehingga pendidik dapat memahami karakteristik dan penanganan yang harus diberikan kepada anak berbakat (gifted) tersebut.

1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud anak berbakat atau anak gifted?
2. Bagaimanakah karakteristik anak berbakat (gifted)?
3. Bagaimanakah cara mengidentifikasi anak berbakat (gifted)?
4. Apa sajakah permasalahan yang dialami oleh anak berbakat (gifted)?
5. Bagaimanakah pelayanan pendidikan bagi anak berbakat (gifted)?

1.3. Tujuan Penulisan Makalah
1. Untuk memahami pengertian anak berbakat atau anak gifted.
2. Untuk mengetahui karakteristik anak berbakat (gifted).
3. Untuk memahami cara mengidentifikasi anak berbakat (gifted).
4. Untuk  memahami permasalahan yang dialami oleh anak berbakat (gifted).
5. Untuk memahami pelayanan pendidikan bagi anak berbakat (gifted).


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Anak Berbakat (Gifted)
Istilah anak gifted atau gifted children dalam bahasa Indonesia sering digunakan untuk menyebut anak berbakat, anak luar biasa, dan untuk anak-anak jenius. Anak gifted merupakan anak yang memiliki pemikiran yang kritis, mampu menerima informasi dengan mudah, dan mempunyai keterikatan terhadap tugas-tugas (Klein dalam Masruroh dkk. 2014: 214).
Anak berbakat dalam konteks ini adalah anak-anak yang mengalami kelainan intelektual di atas rata-rata (Suparno, 2007: 4-19). Menurut United States Office of Education dalam Munandar (2009: 23) anak berbakat sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul.
Dari beberapa pengertian anak berbakat (Gifted) yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa anak berbakat (Gifted) adalah anak yang memiliki kemampuan intelektual diatas rata-rata, memiliki pemikiran yang kritis, mampu menerima informasi dengan mudah, dan mempunyai keterikatan terhadap tugas-tugas.

2.2. Karakteristik Anak Berbakat (Gifted)
Ada banyak hal yang menjadi karakteristik khas anak-anak gifted secara umum, beberapa di antaranya adalah:
1) Kemampuan inteligensi umum yang sangat tinggi, biasanya ditunjukkan dengan perolehan tes inteligensi yang sangat tinggi, misal IQ diatas 130.
2) Bakat istimewa dalam bidang tertentu, misalnya bidang bahasa, matematika, seni, dan lain-lain. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan prestasi istimewa dalam bidang-bidang tersebut.
3) Kreativitas yang tinggi dalam berpikir, yaitu kemampuan untuk menemukan ide-ide baru.
4) Kemampuan memimpin yang menonjol, yaitu kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan harapan kelompok.
5) Prestasi-prestasi istimewa dalam bidang seni atau bidang lain, misalnya seni musik, drama, tari, lukis, dan lain-lain (Idrus, 2013: 119-120).
Beberapa karakteristik yang menonjol dari anak-anak berbakat sebagaimana diungkapkan Kitato dan Kirby, dalam Suparno (2007: 4-20) yang lebih terperinci, dalam ini adalah sebagai berikut:
1) Karakteristik Intelektual
Proses belajarnya sangat cepat
Tekun dan rasa ingin tahu yang besar
Rajin membaca
Memiliki perhatian yang lama dalam suatu bidang khusus
Memiliki pemahaman yang sangat majau terhadap suatu konsep
Memiliki sifat kompetitif yang tinggi dalam suatu bidang akademik
2) Karakteristik Sosial-emosional
Mudah diterima teman-teman sebaya dan orang dewasa
Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial, dan memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif
Kecenderungan sebagai pemisah dalam suatu pertengkaran
Memiliki kepercayaan tentang persamaan derajat semua orang, dan
jujur
Perilakunya tidak defensif, dan memiliki tenggang rasa
Bebas dari tekanan emosi, dan mampu mengontrol emosinya sesuai situasi, dan merangsang perilaku produktif bagi oranglain.
Memiliki kapasitas yang luar biasa dalam menanggulangi masalah sosial.
3) Karakteristik Fisik-kesehatan
Berpenampilan rapi dan menarik
Kesehatannya berada lebih baik di atas rata-rata
Selain daripada itu perlu dipahami bahwa di balik karakteristik anak gifted, ada perilaku positif dan negatif yang muncul seperti yang dinyatakan Little  (2003) pada tabel 1 sebagai berikut.




Tabel 1. Karakteristik Anak Gifted dan konsekuensi Perilakunya

Sumber : Little (2003)

2.3. Identifikasi Anak Berbakat (Gifted)
Pengidentifikasian murid cerdas dan berbakat menurut (Wicaksono, 2016: 34) dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu; (1) melalui tes, (2) melalui studi kasus, dan (3) melalui penggabungan keduanya. Pelaksanaan identifikasi di sekolah, dapat dilakukan melalui dua tahap, yaitu; (1) tahap penjaringan (Screening), dan (2) tahap seleksi (identification)
1) Tahap Penjaringan (Screening)
Tahap ini biasa dilakukan dengan menganalisis data prestasi belajar. Dasar pemikiran kegiatan ini adalah biarpun anak/individu yang memiliki prestasi belajar tinggi tidak selalu konklusif memiliki kecerdasan dan keberbakatan yang tinggi, namun mereka tetap digolongkan termasuk anak cerdas dan berbakat. Pertimbangan lain (dalam menetapkan anak cerdas dan berbakat) adalah aturan dalam  penyelenggaraan kelas unggulan yang menetapkan persyaratan murid harus memiliki nilai rata-rata 8 (delapan). Disamping berdasar data prestasi belajar, kegiatan penjaringan juga dapat dilakukan dengan menganalisis usia kronologis, serta nominasi oleh teman sekelas, orangtua, dan guru. Usia kronologis juga menjadi acuan dengan asumsi bahwa walaupun individu cerdas dan berbakat memiliki usia lebih muda, namun ia memiliki usia mental yang lebih tinggi disbanding teman sebayanya. Keadaan demikian membuat ia mampu bersaing dengan teman-temannya yang memiliki usia kronologis yang lebih tua. Penjaringan murid cerdas dan berbakat dimungkinkan pula berdasarkan nominasi dari orangtua, guru serta teman sekelas. Asumsi berdasarkan nominasi ini dipakai karena orang-orang yang terdekat biasanya mempunyai waktu pengamatan relatif lebih lama dan intensif, sehingga dianggap mengetahui lebih banyak mengenai kemampuan individu cerdas dan berbakat tersebut.
2) Tahap Seleksi (identification).
Individu yang sudah lulus tahap penjaringan ini selanjutnnya diseleksi menggunakan perangkat tes. Untuk tahap seleksi ini biasa menggunakan tes antara lain; Colour Progressive Matrice (CPM), Wechler Intelligence Scale for Children (WISC). Sebagai contoh, siswa berbakat adalah siswa yang memiliki IQ diatas 125

2.4. Permasalahan yang Dihadapi Terkait dengan Karakteristik Individu Gifted
Ciri-ciri tertentu pada individu cerdas dan berbakat yang justru mungkin dapat menimbulkan masalah tertentu antara lain;
1) Mudah muncul sifat skeptis karena kemampuannya dalam berfikir kritis baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain,
2) Cepat bosan atau tidak senang terhadap hal-hal yang monoton dan rutin, karena karena ia memiliki kemampuan kreatif dan minat yang tinggi untuk melakukan hal-hal baru.
3) Sering melakukan pemaksaan kehendak atau pendapat sebagaimana dimiliki individu genius karena merasa pendapatnya lebih benar. Disamping kelebihannya yaitu memiliki perilaku ulet dan terarah pada tujuan,
4) Kurang sabar atau kurang toleran jika tidak ada kegiatan, atau kurang tampak kemajuan dalam suatu kegiatan, hal ini diakibatkan semangat tinggi serta kesiagaan mental,
5) Mudah tersinggung serta peka terhadap kritik dari orang lain, karena individu genius ini mempunnyai kepekaan tinggi,
6) Mempunyai kemampuan dan minat yang beraneka ragam sehingga membuat individu ini memerlukan fleksibilitas serta dukungan untuk menjajagi serta mengembangkan minat-minatnya,
7) Mandirian dalam belajar dan bekerja, disisi lain kebutuhannya akan kebebasan dapat menimbulkan konflik, karena individu ini tidak mudah konform (tunduk) terhadap tekanan-tekanan dari pihak luar. Ia juga dapat merasa tidak ditolerir atau kurang dimengerti oleh lingkungannya (Wicaksono, 2016: 34).

2.5. Layanan Pendidikan bagi Anak Berbakat (Gifted)
Setelah teridentifikasi keberbakatan anak, langkah selanjutnya adalah menentukan layanan pendidikan bagi mereka. Ada berbagai macam layanan pendidikan bagai anak berbakat menurut Suparno (2007: 5-16),yaitu:
1) Layanan akselerasi, yaitu layanan tambahan untuk mempercepat penguasaan kompetensi dalam merealisasi bakat anak.
2) Layanan kelas khusus, yaitu anak yang berbakat unggul dikelompokkan dalam satu kelas dan diberikan layanan tersendiri sesuai dengan bakat mereka.
3) Layanan kelas unggulan, sama dengan layanan kelas khusus hanya berbeda dalam model pengayaannnya.
4) Layanan bimbingan sosial dan kepribadian
Hampir serupa dengan pendapat Suparno tersebut layanan pendidikan atau program bimbingan menurut Wicaksono (2016: 34). yang dapat dilakukan antara lain:
a. Pengayaan (Enrichment)
Enrichment merupakan bimbingan bagi siswa dengan jalan menyediakan kesempatan serta fasilitas belajar tambahan yang bersifat vertikal (pendalaman) dan horizontal (perluasan) setelah siswa menyelesaikan semua tugas yang diprogramkan terhadap siswa pada umumnya termasuk siswa yang bersangkutan. Bentuk tugas ini dapat dilakukan dengan pemberian tugas mencari materi di perpustakaan, belajar mandiri (independent study), proyek penelitian, studi
kasus, dan sebagainya.
b. Percepatan (Acceleration)
Pembinaan siswa berbakat dilakukan dengan memperbolehkan siswa naik kelas secara melompat atau menyelesaikan program regular dalam jangka waktu yang lebih cepat. Bentuk percepatan seperti masuk kelas lebih awal, naik kelas sebelum waktunya, mempercepat pelajaran, dan sebagainya
c. Pengelompokan khusus (Segregation)
Program Segregation ini dapat dilakukan secara penuh atau sebagian. Kegiatan ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengumpulkan siswa-siswa yang mempunyai kemampuan luarbiasa (cerdas dan berbakat) dan diberi kesempatan untuk secara khusus memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan potensinya. Pelaksanaannya dapat diselenggarakan seminggu sekali atau tiap hari dalam satu semester penuh. Bentuk Segregation antara lain; homogeneus grouping, cluster grouping, subgrouping dan cross grouping.
Selain itu, strategi khusus untuk meningkatan perkembangan keberbakatan yang dimiliki anak-anak gifted menurut Ormrod (2008) sebagai berikut :
1) Memberikan tugas-tugas yang terindividualisasi, yaitu tugas yang disesuaikan dengan kemampuan individual peserta didik;
2) Membentuk kelompok belajar yang terdiri dan siswa-siswa yang memiliki minat dan kemampuan yang serupa;
3) Mengajarkan keterampilan kognitif yang kompleks dalam konteks mata pelajaran tertentu;
4) Memberikan kesempatan untuk melakukan kajian secara mandiri tentang satu topik tertentu;
5) Mendorong siswa untuk menerapkan sasaran yang tinggi
6) Mencari sumber daya dari luar.
Pendapat hampir serupa juga dikemukakan oleh Semiawan dan Mangunsong, (2010: 46) bahwa strategi efektif bagi mereka memiliki beberapa ciri tertentu yang menghadirkan kemungkinan intervensi efektif sebagai berikut:
1) Libatkan siswa-siswa ini dalam suatu kerja tim dengan anak berbakat lainnya.
2) Selain itu, siswa pada umumnya juga harus bergaul dengan kelompok ini agar terwujud kelompok belajar yang saling memahami.
3) Pemahaman tentang masing-masing kekuatan dan kelemahan diperoleh melalui interaksi dan pemahamannya tentang talenta kekuatan dan interesnya


BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Anak berbakat (Gifted) adalah anak yang memiliki kemampuan intelektual diatas rata-rata, memiliki pemikiran yang kritis, mampu menerima informasi dengan mudah, dan mempunyai keterikatan terhadap tugas-tugas.
Karakteristik anak berbakat meliputi kemampuan inteligensi umum yang sangat tinggi, bakat istimewa dalam bidang tertentu, kreativitas yang tinggi dalam berpikir, kemampuan memimpin yang menonjol, prestasi-prestasi istimewa dalam bidang seni atau bidang lain.
Identifikasi anak berbakat (gifted) meliputi (1) tahap penjaringan (screening), dan (2) tahap seleksi (identification)
Permasalahan yang dihadapi oleh anak gifted meliputi, mudah muncul sifat skeptis , cepat bosan, sering melakukan pemaksaan kehendak, kurang sabar, dan mudah tersinggung
Layanan pendidikan bagi anak berbakat (gifted) meliputi layanan akselerasi, layanan kelas khusus, layanan kelas unggulan, serta layanan bimbingan sosial dan kepribadian



DAFTAR PUSTAKA

Idrus, Muhammad. 2013. ” Layanan Pendidikan bagi Anak Gifted”. PSIKOPEDAGOGIA Jumal Bimbingan dan Konseling. 2 (2): 116-131.
Little, K. (2003), Gifted Child: A Handbook for Parents of Gifted Children,
Masruroh, Hidayatul & Iwan W. Widayat. 2014. “Strategi Orangtua dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Gifted”. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan. 3 (3): 213-221.
Munandar. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta
Ormrod, J. E. (2008). Educational Psychology Developing Lerners. New York: Merrill Prentice Hall.
Semiawan, C. R. dan F. Mangunsong. 2010. Keluarbiasaan Ganda (Mengeksplorasi, Mengenal, Mengidentifikasi, dan Menanganinya). Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Suparno dkk. 2007. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Depdiknas.
Wicaksono, Luhur. 2016. “Bimbingan Konseling Bagi Siswa Cerdas dan Berbakat”. Jurnal Pembelajaran Prospektif. 1 (1): 30-40.

0 Response to "makalah anak berkebutuhan khusus layanan pendidikan anak berbakat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel